Terkait tenggat 18 hari yang diberikan mahasiswa, Prasetyo menyebut tidak semua persoalan dapat diselesaikan hanya dengan patokan waktu tertentu.
"Ya, kan mohon maaf ya, tidak semua atau tidak segala sesuatu itu bisa dicapai dengan sebuah tenggat waktu yang sudah ditetapkan," tegas Prasetyo.
Baca Juga:
Viral Dugaan Pesta Sesama Jenis, THM di Karawang Langsung Disegel Satpol PP
Ia mengatakan pemerintah memahami bahwa pesan utama dari mahasiswa adalah dorongan agar negara bekerja lebih keras dalam menghadapi situasi ekonomi.
"Kan begitu. Tidak, tidak semuanya bisa seperti itu," imbuhnya.
Prasetyo menilai semangat yang disampaikan mahasiswa tetap perlu dibaca sebagai dorongan moral bagi semua pihak untuk memperkuat kerja pemerintah di sektor ekonomi.
Baca Juga:
Bupati Muara Enim Edison Terseret OTT KPK, Dugaan Duit Proyek Pendidikan Mulai Terbongkar
"Tapi yakinlah bahwa yang dimaksud juga oleh adik-adik ini kan adalah semangatnya itu," katanya.
Ia menyebut pemerintah menangkap aspirasi tersebut sebagai pengingat agar seluruh elemen negara bekerja lebih serius menghadapi tekanan ekonomi nasional.
"Semangatnya untuk kita semua bagaimana untuk memang bekerja keras terutama di sektor ekonomi," ujarnya.