Kejadian ini berdampak pada 13 desa dan tiga kelurahan di empat kecamatan, dengan total warga terdampak mencapai 192 kepala keluarga atau 727 jiwa.
Kerugian material yang ditimbulkan cukup signifikan, di antaranya 14 unit rumah mengalami rusak berat, satu unit rumah rusak sedang, serta 177 unit rumah rusak ringan.
Baca Juga:
Tinjau Lokasi Longsor Jepara, Kepala BNPB Pastikan Bantuan dan Pemulihan Berjalan Maksimal
BPBD Kabupaten Konawe Utara telah melakukan pendataan, penanganan darurat, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak.
Hingga Kamis (15/1/2026), tim reaksi cepat masih berada di lapangan untuk memastikan proses penanganan berjalan optimal.
Sementara itu, banjir juga melanda Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Senin (12/1/2026).
Baca Juga:
BNPB Tinjau Banjir Kudus, Warga Harapkan Normalisasi Sungai Juwana
Banjir yang disebabkan oleh luapan sungai akibat hujan dengan intensitas tinggi tersebut mengakibatkan sedikitnya 95 kepala keluarga terdampak, dengan 95 unit rumah terendam.
BPBD Kabupaten Kepulauan Talaud merespons kejadian ini dengan melakukan pemantauan, evakuasi, serta pendataan warga terdampak. Pada Kamis (15/1/2026), banjir dilaporkan telah surut.
Menanggapi rangkaian bencana hidrometeorologi basah tersebut, BNPB mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca serta peringatan dini dari sumber resmi seperti BNPB, BMKG, dan pemerintah daerah.