WAHANANEWS.CO, Jakarta – Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) memperkuat komitmen untuk terus bersinergi dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sejumlah langkah strategis, salah satunya dengan menyiapkan konferensi bersama yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026 bertepatan dengan momentum peringatan lahirnya Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Baca Juga:
MUI Kabupaten Sumedang Gelar Rapat Koordinasi Bahas Ketahanan Keluarga, Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak
Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menjelaskan bahwa pertemuan antara BKSAP dengan MUI beserta sejumlah organisasi Islam merupakan bagian dari upaya melanjutkan hubungan kerja sama yang telah dibangun pada periode kepengurusan BKSAP sebelumnya.
Menurutnya, kolaborasi tersebut perlu terus diperkuat agar dukungan Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina tetap konsisten disuarakan di berbagai forum.
"Silaturahmi ini melanjutkan kerja sama MUI dengan BKSAP yang sudah terjalin pada kepemimpinan sebelumnya. Kami berkomitmen melanjutkan sinergi ini agar perjuangan untuk rakyat Palestina terus kita gaungkan dan kita suarakan," ujar dikutip dari situs resmi DPR RI, Rabu (01/7/2026).
Baca Juga:
Generasi Muda Jadi Penentu Pariwisata Berkelanjutan, Musa Usulkan Kurikulum Sadar Wisata
Dalam audiensi tersebut, isu Palestina menjadi agenda pembahasan utama. Hal itu sejalan dengan kehadiran Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri yang turut membahas berbagai langkah konkret untuk memperkuat dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.
Salah satu hasil pembahasan adalah rencana penyelenggaraan konferensi bersama yang akan melibatkan BKSAP, MUI, dan berbagai organisasi Islam sebagai wadah memperkuat solidaritas terhadap rakyat Palestina.
"Kita memperkirakan pada bulan Agustus nanti akan ada kegiatan bersama dalam rangka memperingati lahirnya OKI. Ini menjadi bagian dari sinergi kita dengan MUI dan organisasi-organisasi Islam," kata Politisi Fraksi PKS ini.
Tidak hanya berfokus pada isu Palestina, BKSAP dan MUI juga bersepakat memperluas ruang kolaborasi dalam mendukung pembangunan nasional melalui penguatan nilai-nilai keislaman.
Kedua lembaga menilai bahwa kontribusi organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan berbangsa yang harmonis serta memperkuat persatuan masyarakat.
Syahrul menegaskan bahwa perjuangan untuk mendukung kemerdekaan Palestina tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga saja.
Menurutnya, dibutuhkan sinergi yang erat antara parlemen, pemerintah, organisasi keagamaan, hingga elemen masyarakat agar dukungan yang diberikan semakin efektif dan berdampak.
"Kementerian Luar Negeri tentu menjadi mitra strategis. Parlemen memiliki perannya, pemerintah juga memiliki kapasitasnya masing-masing, sehingga sinergi ini sangat penting," ujar Anggota Komisi Luar Negeri DPR RI itu.
Lebih lanjut, Syahrul menyampaikan bahwa BKSAP akan terus memanfaatkan berbagai forum parlemen internasional untuk memperkuat diplomasi Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina.
Selain menyuarakan dukungan di tingkat global, BKSAP juga akan membangun kerja sama dengan berbagai organisasi masyarakat sipil di sejumlah negara guna memperluas solidaritas internasional terhadap rakyat Palestina dan memperkuat upaya diplomasi kemanusiaan Indonesia.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]