Berdasarkan pemantauan data water level dan prediksi pasang surut, potensi banjir rob diperkirakan terjadi di pesisir Sumatra Utara, Sumatra Barat, Jambi, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Maluku.
Adapun wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, dan Medan Marelan di Sumatra Utara pada 4 Agustus serta 11-17 Agustus 2026. Di Sumatra Barat, potensi rob diprakirakan terjadi di pesisir Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Agam, Pasaman Barat, hingga Kepulauan Mentawai pada 10-16 Agustus 2026.
Baca Juga:
BMKG: Senin Sore Hingga Malam Jakarta Sebagian Bakal Diguyur Hujan Ringan
Di wilayah Jabodetabek, banjir rob berpotensi terjadi di Muara Angke, Penjaringan pada 6-13 Agustus 2026, kawasan pesisir utara Tangerang di Banten pada 10-13 Agustus 2026, serta pesisir Kabupaten Bekasi dan Karawang pada 6-13 Agustus 2026. Sementara itu, pesisir selatan Jawa Barat diprakirakan terdampak pada 4-7 Agustus dan 12-17 Agustus 2026.
Potensi serupa juga diperkirakan terjadi di pesisir Kota Semarang, Demak, Pekalongan, Batang, Kendal, dan Jepara pada 9-15 Agustus 2026, pesisir timur Surabaya pada 11-13 Agustus 2026, Pelabuhan Surabaya pada 10-13 Agustus 2026, serta Banyuwangi pada 11-15 Agustus 2026.
Di Bali, banjir rob berpotensi terjadi di pesisir selatan yang meliputi Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung, dan Jembrana pada 11-17 Agustus 2026. Sementara di Nusa Tenggara Barat, potensi rob diperkirakan terjadi di pesisir Lembar dan Bima pada 4-15 Agustus 2026, sedangkan di Nusa Tenggara Timur meliputi Pulau Sumba, Flores-Alor, Timor-Rote, hingga Sabu-Raijua pada 8-15 Agustus 2026.
Baca Juga:
El Nino Tak Berarti Tanpa Hujan, BMKG Ungkap 9 Wilayah Berpotensi Diguyur Minggu Ini
BMKG juga memprakirakan banjir rob terjadi di sejumlah wilayah pesisir Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku dengan waktu yang berbeda-beda sepanjang Agustus 2026. Di antaranya pesisir Tarakan, Barito Kuala, Banjarmasin, Tanah Laut, Kotabaru, Tanah Bumbu, Kuala Jelai, Sampit, Kapuas, bantaran Sungai Kapuas, Kepulauan Sangihe, Bolaang Mongondow, Manado, Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Ambon, Maluku Tengah, Seram Timur, Kepulauan Kai, Kepulauan Aru, hingga Kepulauan Tanimbar.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan pesisir, agar tetap waspada dan siaga mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut.
Masyarakat pun disarankan terus memantau prakiraan cuaca dan peringatan dini resmi melalui laman BMKG, aplikasi InfoBMKG, maupun media sosial @infobmkg.