Simbolis penyerahan kunci Hunian Sementara (Huntara) dan Dana Tunggu Hunian (DTH) yang dilakukan oleh Kepala BNPB, Menko PMK dan Mendagri di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Sabtu (24/1/2026).
Total sebanyak 273 unit huntara telah dibangun dan tersebar di empat kabupaten terdampak di Sumatera Barat.
Baca Juga:
Banjir Rendam DKI Jakarta, Lebih dari 1.600 Warga Mengungsi di Puluhan Titik
Selain itu, turut dilakukan penyerahan simbolis Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada penerima manfaat sebagai bentuk dukungan pemerintah dalam masa transisi menuju hunian tetap.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita sebagai simbol bahwa hunian sementara tersebut telah siap dihuni oleh masyarakat terdampak.
Kepala BNPB Suharyanto menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara menjadi salah satu prioritas utama dalam fase transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan pascabencana.
Baca Juga:
Akhir Januari 2026, Banjir dan Longsor Masih Dominasi Laporan Bencana
“Hunian sementara menjadi solusi awal agar masyarakat terdampak memiliki tempat tinggal yang aman sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap. Pemerintah memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai kebutuhan dan data di lapangan,” ujar Suharyanto.
Selain pembangunan huntara, pemerintah juga mempercepat penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak.
Hingga saat ini, sebanyak 2.279 kepala keluarga telah diusulkan sebagai calon penerima DTH. Dari jumlah tersebut, 1.867 rekening penerima telah disiapkan, dan sebanyak 1.393 Dana Tunggu Hunian telah berhasil disalurkan kepada masyarakat.