Bencana tersebut terjadi setelah hujan lebat dengan durasi panjang mengguyur wilayah tersebut sejak Rabu (21/1/2026).
Sebanyak enam desa yang tersebar di lima kecamatan terdampak banjir.
Baca Juga:
Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Lampung hingga Jawa Tengah
Petugas mencatat sedikitnya 2.822 Kepala Keluarga (KK) terdampak akibat peristiwa tersebut. Untuk mempercepat penanganan darurat dan meningkatkan kewaspadaan,
Gubernur Jawa Timur telah menetapkan status siaga darurat bencana selama 155 hari, terhitung sejak 27 November 2025 hingga 1 Mei 2026.
Prakiraan Cuaca Dua Hari ke Depan
Baca Juga:
Cegah Dampak Banjir, Sistem EWS Dipasang dari Hulu hingga Hilir Sungai Bekasi
Berdasarkan prakiraan cuaca pada periode 25 hingga 26 Januari 2026, sebagian besar wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan angin kencang.
Wilayah yang diperkirakan memiliki potensi hujan lebat signifikan meliputi Bali, Pulau Jawa, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, serta Sumatera Selatan.