WAHANANEWS.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan pembaruan penanganan darurat sekaligus proses pemulihan bencana hidrometeorologi basah yang melanda Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara hingga Rabu, 14 Januari 2026.
Penanganan dilakukan secara terpadu dan lintas sektor untuk menjamin keselamatan masyarakat terdampak serta mempercepat peralihan dari masa tanggap darurat menuju fase pemulihan awal.
Baca Juga:
BNPB Percepat Pembangunan 2.299 Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Dalam laporan terbaru, BNPB mencatat adanya penambahan satu korban meninggal dunia setelah tim gabungan menemukan satu jenazah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Dengan temuan tersebut, total korban jiwa akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi kini mencapai 1.190 orang.
Sementara itu, jumlah korban yang masih dinyatakan hilang tercatat sebanyak 141 orang. Adapun jumlah penduduk terdampak yang masih mengungsi di berbagai lokasi pengungsian mencapai 131.521 jiwa.
Baca Juga:
Pembangunan Huntara dan Huntap Berjalan Paralel, Pemulihan Sumut Masuki Tahap Lanjutan
Kondisi di lapangan yang berangsur membaik turut berdampak pada penurunan jumlah pengungsi.
Tercatat sebanyak 64.021 jiwa telah kembali ke rumah masing-masing atau ke lingkungan asal, terutama di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.
Penurunan ini didorong oleh percepatan pembangunan hunian sementara, pembukaan serta pembersihan akses jalan, dan pemulihan kawasan permukiman yang mulai layak dan aman untuk dihuni kembali.