Dari sisi logistik dan peralatan, distribusi bantuan terus diintensifkan melalui jalur darat maupun udara guna menjangkau seluruh wilayah terdampak.
Sejak 29 November 2025 hingga 13 Januari 2026, total bantuan logistik yang dimobilisasi mencapai 1.742 ton.
Baca Juga:
BNPB Percepat Pembangunan 2.299 Huntara untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang
Sebanyak 99,7 persen dari total logistik tersebut telah berhasil disalurkan kepada masyarakat terdampak melalui koordinasi antara BNPB, BPBD, serta pemerintah daerah setempat.
Sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan darurat, pemulihan, dan mitigasi risiko bencana hidrometeorologi basah dalam jangka pendek, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Hingga 14 Januari 2026, pelaksanaan OMC di wilayah Aceh telah mencapai 449 sorti dengan total bahan semai berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebanyak 431.600 kilogram.
Baca Juga:
Pembangunan Huntara dan Huntap Berjalan Paralel, Pemulihan Sumut Masuki Tahap Lanjutan
Di Provinsi Sumatra Utara, OMC telah dilakukan sebanyak 368 sorti dengan total bahan semai sekitar 322 ton.
Sementara itu, di Sumatra Barat tercatat 384 sorti dengan total bahan semai mencapai 381.325 kilogram.
Operasi ini bertujuan untuk mengendalikan intensitas curah hujan serta menekan potensi terjadinya bencana susulan di wilayah-wilayah rawan.