Rapat ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pengendalian curah hujan serta pengurangan risiko bencana hidrometeorologi di wilayah Jabodetabek.
Sebelumnya, BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca pada 12–17 Januari 2026 di Posko Halim Perdanakusuma.
Baca Juga:
Banjir Meluas di Jawa Tengah, BNPB Rilis Rekap Kejadian Bencana 17–18 Januari
Selama periode tersebut, tercatat sebanyak 20 sorti penerbangan dilakukan dengan menggunakan 15.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kilogram Kalsium Oksida (CaO) sebagai bahan semai awan.
Di sisi lain, BPBD Provinsi DKI Jakarta juga melaksanakan OMC dengan dukungan pesawat Casa TNI Angkatan Udara sejak 16 hingga 22 Januari 2026.
Operasi ini dilakukan setiap hari dengan jadwal penerbangan hingga pukul 17.00 WIB sebagai bagian dari sinergi lintas instansi dalam mitigasi bencana banjir.
Baca Juga:
BNPB Perkuat OMC untuk Kurangi Dampak Banjir dan Longsor di Pati, Jepara, hingga Demak
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana (memakai kerudung biru) meninjau Kali Buaran di Kecamatan Pulo Gadung, Jakarta Timur, pada Minggu (18/1/2026).
Berdasarkan prakiraan cuaca, wilayah Jawa bagian barat pada 16–23 Januari 2026 diperkirakan akan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Namun, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi terjadi pada 20–21 Januari 2026 di wilayah Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat.