Kondisi ini dinilai menjadi indikator penting bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog mampu menjaga stabilitas pasokan pangan meskipun terdapat potensi tekanan dari faktor eksternal, seperti fluktuasi harga global dan gangguan logistik.
Bahtra juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu kelangkaan bahan pokok.
Baca Juga:
Pesantren Didorong Adopsi Kurikulum Internasional untuk Cetak Santri Berdaya Saing Global
Ia mengingatkan bahwa kepanikan yang tidak berdasar justru dapat memicu aksi pembelian berlebihan atau panic buying, yang pada akhirnya berpotensi mengganggu distribusi dan ketersediaan barang di pasaran.
“Kami memastikan langsung di lapangan bahwa stok pangan kita aman dan terkendali. Masyarakat tidak perlu khawatir, apalagi sampai melakukan panic buying. Pemerintah akan terus hadir menjamin ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” tegas Politisi dari Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara itu.
Ia menambahkan, pengawasan dan pemantauan serupa akan terus dilakukan secara berkala di berbagai daerah di Indonesia.
Baca Juga:
Kesetaraan Gender Bukan Sekadar Kuota, Irine Dorong Perempuan Lebih Berpengaruh di Parlemen
Langkah ini menjadi bagian dari upaya DPR RI dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga serta menjamin masyarakat tetap terlindungi dari dampak ketidakpastian global.
Menurutnya, pengawasan langsung di lapangan merupakan instrumen penting untuk memastikan kebijakan berjalan efektif dan tepat sasaran.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.