Sementara itu, berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk periode 11 hingga 13 Februari 2026, wilayah Provinsi Jawa Tengah masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Baca Juga:
Angin Kencang, Banjir, hingga Karhutla Warnai Dinamika Kebencanaan di Kalimantan
Menyikapi hal itu, BNPB mengimbau pemerintah daerah serta masyarakat, khususnya di wilayah Jawa Tengah, agar meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan terhadap potensi bencana.
Kondisi banjir di wilayah Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (10/2/2026) yang merendam 1.105 unit rumah warga setempat.
Masyarakat diminta untuk rutin memantau perkembangan informasi cuaca dari sumber resmi serta segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lebih dari satu jam dan jarak pandang menjadi terbatas.
Baca Juga:
BNPB dan Komisi VIII DPR RI Perkuat Kesiapsiagaan Pacitan Pascagempa Magnitudo 6,4
Pemerintah daerah melalui BPBD diharapkan terus memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan kesiapan personel serta peralatan, dan mengoptimalkan langkah-langkah mitigasi.
Upaya tersebut antara lain mencakup pembersihan saluran drainase, pemangkasan pohon yang berisiko tumbang, hingga sosialisasi kesiapsiagaan kepada masyarakat.
BNPB juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan potensi ancaman bencana kepada aparat setempat agar langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sehingga risiko serta dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.