Ia menilai perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap manajemen operasional penerbangan agar kejadian serupa tidak terus terulang.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya transparansi informasi dari maskapai kepada penumpang ketika terjadi delay.
Baca Juga:
Dua Temuan Besar BPK di Dinas PUTR Kota Jambi, Kelebihan Pembayaran Proyek Capai Rp6,27 Miliar
Penjelasan yang terbuka dan jelas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi udara.
“Maskapai harus terbuka menyampaikan penyebab dan penyelesaian delay kepada publik secara jelas,” ucap Andjani.
Selain transparansi, ia juga menyoroti mekanisme kompensasi yang berlaku saat ini.
Baca Juga:
Rumah Sudah Lunas tapi Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Diminta Waspada
Menurutnya, skema kompensasi berdasarkan durasi keterlambatan belum sepenuhnya memberikan efek jera bagi maskapai yang kerap mengalami delay.
Ia mendorong agar regulasi kompensasi ditinjau ulang supaya lebih berpihak dan adil bagi konsumen.
Andjani menggarisbawahi pentingnya revisi aturan kompensasi serta evaluasi operasional maskapai secara berkala.