WAHANANEWS.CO, Jakarta - Membangun budaya membaca di tengah masyarakat tidak harus selalu dilakukan dengan mengandalkan perpustakaan.
Anggota Komisi X DPR RI Sofyan Tan menilai kebiasaan membaca justru dapat berkembang lebih kuat apabila buku dihadirkan di berbagai ruang yang dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Baca Juga:
Abdul Fikri Faqih: Anggaran Makan Bergizi Gratis Wajib Dipisahkan dari Alokasi Pendidikan
Menurut Sofyan, pendekatan yang kreatif diperlukan agar aktivitas membaca terasa lebih mudah, menyenangkan, dan tidak terkesan eksklusif.
Salah satu pengalaman yang pernah ia lakukan adalah menggagas program “Warung Pintar” ketika masih aktif di Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumatera Utara.
Program tersebut memadukan aktivitas masyarakat saat menikmati makanan dengan kegiatan membaca.
Baca Juga:
Komisi X DPR Serap Aspirasi Pendidikan di Tebing Tinggi, Soroti Kesejahteraan Guru dan Revitalisasi Sekolah
de itu berangkat dari keinginannya membantu warung-warung makan yang sebenarnya memiliki kualitas makanan yang baik, tetapi belum didukung kondisi tempat yang memadai.
Sofyan kemudian mengajak sejumlah pengusaha untuk berpartisipasi memperbaiki warung tersebut.
Selain mempercantik tempat, warung juga diarahkan menjadi ruang yang menyediakan akses buku sehingga masyarakat dapat menikmati makanan sekaligus membaca.