WAHANANEWS.CO, Jakarta – Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri terus mendorong penguatan upaya pencegahan Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) berbasis kekerasan yang dapat memengaruhi anak-anak.
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Sinau Bareng bertajuk “Saling Berbagi dan Belajar” yang digelar bersama Serve Indonesia.
Baca Juga:
Tas Siswa Pelempar Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Tertulis Nama Pelaku Penembakan Massal
Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Nanuka, Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Forum ini diikuti oleh 35 perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga yang memiliki perhatian serta tanggung jawab dalam bidang perlindungan anak, pencegahan kekerasan, dan penanggulangan ekstremisme.
Sejumlah narasumber turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dari Densus 88 AT Polri, materi disampaikan oleh Kompol Agus Isnaini dari Direktorat Pencegahan serta AKP Rahmawati dari Direktorat Identifikasi dan Sosialisasi (Dit Idensos).
Baca Juga:
6 Bom Molotov Diamankan Densus 88 di Kasus Siswa SMPN 3 Sungai Raya
Selain itu, forum juga menghadirkan Ratna Oeni Cholifah selaku Asisten Deputi Penyediaan Perempuan Korban Kekerasan Kementerian PPPA, Susanti selaku Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus Kementerian PPPA, serta Hisyam Cholil yang merupakan Kepala Sentra Handayani Kementerian Sosial.
Dalam pemaparannya, Kompol Agus Isnaini menyoroti pentingnya kemampuan para pemangku kepentingan dalam mengenali indikator dan tingkat keterpaparan seseorang terhadap terorisme maupun Nihilistic Violent Extremism (NVE).
Pemahaman tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam proses identifikasi dan deteksi dini, khususnya terhadap perubahan perilaku anak yang berpotensi menjadi bagian dari proses radikalisasi.