WahanaNews.co | Polri dianggap berikan perlakuan berbeda ke istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.
Sebab, Putri tidak ditahan meski statusnya tersangka pembunuhan berencana Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat.
Baca Juga:
Polri Pulangkan 29 WNI yang Diduga Terlibat Judi Online dan Penipuan di Filipina
"Polri harusnya segera tahan! Semua harus sama di mata hukum, tidak tebang pilih," kata pengacara keluarga Brigadir J, Yonathan Baskoro kepada wartawan, Jumat (2/9).
Yonathan khawatir jika Putri tidak ditahan berpotensi menimbulkan permasalahan baru.
Putri dianggap bisa membuat skenario yang lain dalam penanganan kasus pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga:
Kejagung Sita 1 Juta Hektar Lahan Hutan, Target Satgas PKH Tercapai
"Ini kalau PC nggak ditahan, dia bisa saja buat-buat skenario lain, dan citra Polri institusi yang ingin kita jaga ini menjadi taruhannya di mata masyarakat," ujarnya.
Yonathan juga membandingkan Putri Candrawathi dengan sejumlah kasus yang menjerat tersangka lainnya yang berstatus ibu.
Salah satunya kasus Prita Mulyasari, yang sempat mendekam di balik jeruji besi akibat pencemaran nama baik.
"Bagaimana dengan ibu-ibu yang lain? Seperti empat ibu rumah tangga di NTB, Niti Setia Budi, kasus Prita 2008? Baiq Nuril yang mengalami dugaan pelecehan seksual malah ditahan dan banyak juga yang lainnya yang tidak tersorot media," urai Yonathan.
Dengan tidak ditahannya Putri Candrawathi, kata Yonathan, justru menimbulkan preseden yang buruk bagi kepolisian.
Karena itu, Yonathan mendesak agar Putri ditahan. Menurutnya, kondisi Putri saat ini terlihat baik-baik saja.
"PC masih terlihat sehat, segar bugar, dan modis saat rekonstruksi kemarin. Hukum jangan tumpul ke atas tajam ke bawah. Jika saja (PC) bukan istri jenderal, saya yakin tidak akan sampai begini sulitnya untuk melakukan penahanan," tegasnya. [rsy]