WahanaNews.co, Jakarta – Federasi Serikat Pekerja Percetakan, Penerbitan, dan Media Informasi – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP PPMI SPSI) akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VIII di Hotel Fim by Zigna, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (1/08/2026)
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB tersebut akan diikuti sekitar 300 peserta yang merupakan delegasi dari seluruh Indonesia.
Baca Juga:
PHK Ancam Jutaan Pekerja di Industri Tembakau
"Musyawarah Nasional VIII ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, soliditas, dan arah perjuangan FSP PPMI SPSI dalam menghadapi berbagai tantangan dunia kerja yang terus berkembang," ujar Arnod Sihite, Ketua Umum FSP PPMI SPSI.
Ia menambahkan, melalui Munas VIII, FSP PPMI SPSI berkomitmen menghasilkan program kerja yang adaptif serta mampu memperjuangkan peningkatan kesejahteraan, perlindungan, dan hak-hak pekerja di sektor percetakan, penerbitan, dan media informasi.
"Kami berharap Munas VIII melahirkan rekomendasi dan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan hubungan industrial yang harmonis dan kemajuan ketenagakerjaan di Indonesia," katanya.
Baca Juga:
Ferri Nuzarli Tinggalkan Partai Buruh, 1,3 Juta Anggota ORI Ikut Mundur
Pembukaan Munas VIII dijadwalkan dilakukan oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Ir. Yassierli. Kegiatan ini juga akan dihadiri Ketua Umum KSPSI, Yorrys Raweyai.
Turut hadir para presiden dan ketua umum konfederasi serta federasi serikat pekerja di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, perwakilan sejumlah kementerian, Wali Kota Surakarta, BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, APINDO, serta perwakilan International Labour Organization (ILO) Jakarta.
Selain menghadiri pembukaan Munas, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI dijadwalkan berdialog dan berdiskusi secara interaktif dengan para tokoh buruh dan pimpinan serikat pekerja dari berbagai daerah.
Forum tersebut diharapkan menjadi ruang komunikasi yang konstruktif dalam membahas berbagai persoalan ketenagakerjaan serta merumuskan solusi bersama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke anggota PPMI di PT Solo Murni (Tiga Serangkai), dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Wali Kota Surakarta dan Kepala Dinas Ketenagakerjaan Surakarta.
Dalam rangkaian acara juga akan disampaikan pemaparan dari Kementerian Komunikasi dan Digital, Kementerian Hak Asasi Manusia, BPJS Ketenagakerjaan, serta BPJS Kesehatan terkait berbagai program, kebijakan, dan perlindungan bagi pekerja di Indonesia.
Menurut Ketua Panitia, Wahyu Rahadi, yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPD KSPSI Jawa Tengah, kehadiran para pejabat pemerintah, pimpinan organisasi pekerja, kalangan dunia usaha, dan organisasi internasional diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam membahas berbagai isu strategis ketenagakerjaan, mulai dari peningkatan kesejahteraan pekerja, perlindungan hak-hak buruh, hingga tantangan transformasi dunia kerja di era digital.
Dengan kehadiran Menteri Ketenagakerjaan RI beserta jajaran Kementerian Ketenagakerjaan, Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan, Wakil Menteri Ketenagakerjaan RI, para ketua umum konfederasi dan federasi buruh Indonesia, serta sejumlah tokoh nasional, Munas VIII FSP PPMI SPSI diproyeksikan menjadi forum strategis yang tidak hanya menentukan arah organisasi, tetapi juga menjadi ruang dialog mengenai kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Panitia mengundang insan media, khususnya media elektronik, televisi, media cetak, dan media daring untuk menghadiri serta meliput rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional VIII FSP PPMI SPSI yang akan berlangsung di Kota Surakarta.
[Redaktur: Amanda Zubehor]