WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Haryadi mengapresiasi capaian pemerintah dalam mendorong terwujudnya swasembada pada sejumlah komoditas pangan.
Menurut Bambang, keberhasilan tersebut merupakan pencapaian penting yang layak diketahui secara luas oleh masyarakat.
Baca Juga:
DPR Soroti Ancaman Kebakaran TPA di Tengah Perubahan Iklim, Desak Percepatan Reformasi Pengelolaan Sampah
Ia menilai informasi mengenai keberhasilan swasembada pangan perlu disampaikan secara terbuka dan menyeluruh.
Hal itu dinilai penting mengingat Indonesia sebelumnya masih memiliki ketergantungan terhadap impor untuk sejumlah kebutuhan pangan, di antaranya jagung dan gula.
“Yang pertama terkait soal swasembada pangan. Delapan komoditas yang sudah dinyatakan swasembada tadi ada bawang merah, ada cabe, ada beras, jagung dan sebagainya itu adalah suatu prestasi,” ujar Bambang usai mengikuti Sidang Tahunan MPR RI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI, serta Rapat Paripurna di Gedung Nusantara II, DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga:
Kompor Listrik Dinilai Lebih Efisien, DPR Dukung Alokasi Rp815 Miliar dalam RAPBN 2027
Bambang mengatakan, capaian tersebut perlu disosialisasikan secara aktif oleh kementerian maupun lembaga terkait.
Menurutnya, publik perlu memperoleh informasi yang lengkap agar dapat memahami perkembangan kebijakan pangan secara utuh, bukan hanya berdasarkan potongan informasi atau isu yang beredar di media sosial.
Ia mengingatkan bahwa pemberitaan maupun narasi di media sosial berpotensi membuat sebuah program pemerintah dinilai hanya dari kekurangannya.
Padahal, menurut Bambang, setiap program yang dijalankan pemerintah tentu masih memiliki ruang untuk evaluasi dan penyempurnaan.
“Jangan sampai ada framing di sosial media yang tujuan besarnya apa, (tetapi) dikerdilkan oleh isu-isu yang (membahas) ketidaksempurnaan satu program karena setiap program pasti ada tidak sempurnanya. Nah, ini mari kita sempurnakan bersama,” katanya.
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menegaskan bahwa kekurangan dalam pelaksanaan program pemerintah seharusnya menjadi bahan evaluasi untuk dilakukan perbaikan.
Namun, proses evaluasi tersebut tidak semestinya menghapus atau menutupi berbagai capaian positif yang telah berhasil diraih.
Menurutnya, pemerintah, kementerian, lembaga, serta masyarakat perlu bersama-sama menjaga dan meningkatkan keberhasilan program pangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Perbaikan juga dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang telah berjalan mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain membahas swasembada pangan, Bambang turut menyoroti keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan bahwa program tersebut akan terus dilanjutkan, dengan tetap disertai evaluasi dan upaya meningkatkan efisiensi dalam pelaksanaannya.
Bambang menilai evaluasi terhadap program MBG merupakan hal yang wajar dan diperlukan.
Dengan evaluasi tersebut, berbagai persoalan dalam pelaksanaan program diharapkan dapat segera diperbaiki sehingga program berjalan semakin efektif dan tepat sasaran.
Di sisi lain, Bambang menyampaikan bahwa Presiden Prabowo juga memberikan perhatian serius terhadap potensi praktik korupsi yang dilakukan dengan mengatasnamakan program MBG.
Ia mengatakan Presiden mengecam keras tindakan tersebut karena program tersebut berkaitan langsung dengan pemenuhan makanan bergizi bagi anak-anak sekolah.
“Beliau sangat marah tadi, mengutuk keras bahwa koruptor atas nama program makanan untuk anak-anak sekolah ini itu perbuatan yang biadab, yang tidak berguna kemanusiaan,” ujar Bambang.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]