WAHANANEWS.CO, Jakarta – Persoalan keterbatasan daya tampung perguruan tinggi dibandingkan dengan jumlah lulusan sekolah menengah masih menjadi tantangan serius dalam upaya pemerataan akses pendidikan tinggi di Indonesia.
Setiap tahun, jutaan lulusan SMA, SMK, dan sederajat bersaing untuk mendapatkan kursi di perguruan tinggi, sementara kapasitas penerimaan yang tersedia, khususnya di perguruan tinggi negeri (PTN), masih belum mampu mengakomodasi seluruh calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan.
Baca Juga:
Komisi X DPR RI Ingatkan Kampus Jangan Kehilangan Sentuhan Humanis di Tengah Membludaknya Jumlah Mahasiswa
Isu tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Komisi X DPR RI bersama sejumlah pimpinan perguruan tinggi negeri.
Pertemuan yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026), membahas evaluasi pelaksanaan SPMB sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan untuk penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.
Dalam forum tersebut, Anggota Komisi X DPR RI, La Tinro La Tunrung, menyoroti perlunya langkah strategis yang lebih terencana untuk meningkatkan kapasitas penerimaan mahasiswa baru secara nasional.
Baca Juga:
Wali Kota Jakarta Timur Tekankan Transparansi dan Sinergi dalam Pelaksanaan SPMB 2026/2027
Menurutnya, jumlah lulusan SMA dan SMK yang mencapai sekitar 3,2 juta orang setiap tahun masih jauh melampaui kemampuan perguruan tinggi dalam menyediakan akses pendidikan tinggi bagi seluruh lulusan.
“Kesempatan kita semua tentu tidak mengabaikan kepentingan pemerataan akses pendidikan. Namun kita juga mengetahui daya tampung perguruan tinggi negeri masih sangat kecil dibandingkan dengan jumlah lulusan SMA maupun SMK yang sudah mencapai sekitar 3,2 juta,” ujar La Tinro saat rapat di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Menurut La Tinro, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena berkaitan langsung dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.