Ia menilai pemerintah perlu memiliki arah kebijakan yang jelas terkait pengembangan kapasitas pendidikan tinggi agar semakin banyak lulusan sekolah menengah memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu juga mempertanyakan mekanisme peningkatan jumlah mahasiswa baru yang selama ini diterapkan.
Baca Juga:
Komisi X DPR RI Ingatkan Kampus Jangan Kehilangan Sentuhan Humanis di Tengah Membludaknya Jumlah Mahasiswa
Ia ingin mengetahui apakah penambahan kuota penerimaan mahasiswa dilakukan berdasarkan program nasional yang dirancang pemerintah atau hanya bergantung pada kemampuan dan kesiapan masing-masing perguruan tinggi.
“Apakah sudah ada program bahwa setiap tahun penerimaan mahasiswa ditingkatkan, atau hanya mengikuti kondisi perguruan tinggi masing-masing? Ataukah ada instruksi atau kebijakan dari pemerintah terkait jumlah penerimaan mahasiswa baru setiap tahunnya?” tanyanya.
Lebih lanjut, La Tinro menegaskan bahwa pembahasan mengenai sistem penerimaan mahasiswa baru tidak semestinya hanya berfokus pada mekanisme seleksi dan jalur penerimaan.
Baca Juga:
Wali Kota Jakarta Timur Tekankan Transparansi dan Sinergi dalam Pelaksanaan SPMB 2026/2027
Menurutnya, aspek yang tidak kalah penting adalah memastikan tersedianya ruang belajar dan kapasitas pendidikan yang memadai bagi para calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi.
Ia menilai peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi akan sulit dicapai apabila kapasitas perguruan tinggi tidak berkembang secara seimbang dengan pertumbuhan jumlah lulusan SMA dan SMK dari tahun ke tahun.
Karena itu, evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB harus dibarengi dengan pembahasan mengenai strategi peningkatan daya tampung perguruan tinggi secara berkelanjutan.