WAHANANEWS.CO, Jakarta - Anggota DPR RI Fauzan Khalid menilai sistem pendidikan pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam membentuk karakter dan kepribadian generasi muda.
Menurutnya, pola pendidikan di pesantren tidak hanya berfokus pada penguasaan ilmu agama dan akademik, tetapi juga membangun sikap disiplin, kemandirian, kesederhanaan, hingga adab para santri dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
DPR Tegaskan UU Pesantren Tidak Bertentangan dengan UUD 1945
Pernyataan tersebut disampaikan Fauzan saat memberikan sambutan dalam pembukaan majelis taklim di Desa Batu Jangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Ahad (3/5/2026) lalu.
Ia menjelaskan, lingkungan pondok pesantren yang menerapkan pembinaan secara intensif selama 24 jam membuat para santri terbiasa hidup tertib dan mandiri.
Selain itu, interaksi langsung antara ustaz dan santri juga dinilai menjadi faktor penting dalam pembentukan akhlak serta karakter positif peserta didik.
Baca Juga:
Rahmad Budiaji: Pengelolaan BMN Kunci Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
“Pengawasan selama 24 jam di asrama oleh ustaz, menekankan kemandirian, kesederhanaan, disiplin tinggi, dan tata krama atau adab. Karena itu, ponpes mampu mencetak santri dengan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kedalaman ilmu agama, dan kehalusan akhlak,” kata Fauzan melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga menuturkan bahwa kehidupan di lingkungan pesantren dibangun atas dasar persaudaraan, kebersamaan, dan persamaan derajat.
Para santri yang berasal dari beragam latar belakang etnis maupun sosial diajarkan untuk hidup saling menghargai dan menjunjung tinggi toleransi.