“Hubungan santri dan ustaz (kiai) dekat, memiliki ikatan persaudaraan (ukhuwah) yang kuat, termasuk dengan sesama santri. Pondok tempat bertemunya santri dari berbagai latar belakang etnis, sosial, mengajarkan toleransi dan tidak diskriminasi,” ujarnya.
Menurut Fauzan, keunggulan sistem pendidikan pesantren terletak pada kemampuannya menciptakan keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum, pendidikan agama, dan pembentukan moral.
Baca Juga:
Ratusan Warga Sumedang Terima Bantuan Sembako, TB Hasanuddin Sosialisasikan Program Beasiswa bagi Anak dari Keluarga Kurang Mampu
Karena itu, ia meminta para santri agar tetap percaya diri dan bangga menempuh pendidikan di pondok pesantren.
“Selama menimba ilmu di ponpes, santri mendapatkan keseimbangan ilmu dunia dan akhirat. Karena itu, santri jangan merasa rendah diri karena bersekolah di ponpes,” jelas Fauzan yang saat ini bertugas di Komisi II DPR RI.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzan juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi masa depan anak.
Baca Juga:
Soroti Ketimpangan Gender, Lestari Moerdijat Desak Perlindungan Nyata bagi Perempuan
Ia mengajak para orang tua untuk terus mendukung pendidikan putra-putrinya meskipun berada dalam keterbatasan ekonomi.
Menurutnya, keyakinan dan semangat untuk menyekolahkan anak harus tetap dijaga karena setiap anak yang menuntut ilmu telah memiliki rezeki yang diatur oleh Tuhan.
“Sekali lagi, jangan ragu menyekolahkan anak. Jangan keluar kata-kata, saya tidak mampu menyekolahkan anak. Rezeki dari Allah SWT, yakinlah anak yang bersekolah sudah ada rezekinya dari Allah SWT. Karena itu, mari kita dorong anak-anak kita untuk sekolah,” tegasnya.