Gatot turut menyinggung insiden penyerangan terhadap polisi di Depok, yang disebutnya sebagai bentuk penghinaan terhadap negara dan hukum. “Polisi itu alat negara. Saat bertugas justru diadang dan dibakar mobilnya. Negara macam apa ini?” kecamnya.
Lebih lanjut, Gatot menegaskan bahwa setiap purnawirawan, termasuk dirinya dan Sutiyoso, berhak dihormati atas jasa mereka.
Baca Juga:
Hercules dan Maruarar Adu Argumen di Tanah Abang, Ini Lokasinya
“Pak Sutiyoso purnawirawan bintang tiga, sama seperti saya yang pernah berdarah-darah di Timor-Timur membela bangsa ini,” ujarnya dengan suara bergetar.
Ia menutup pernyataannya dengan peringatan keras: jika kekuasaan jatuh ke tangan preman, maka keruntuhan negara bukan hal mustahil.
Namun, Hercules tak tinggal diam. Menanggapi kritik keras Gatot, ia justru tertawa dan memberikan sindiran tajam.
Baca Juga:
Sutiyoso Sudah Maafkan Hercules: Kita Punya Sejarah 'Berdarah'
“Katanya mau kudeta presiden, kepala kamu yang saya kudeta! Tulis itu!” tukasnya kepada wartawan.
Ia membela posisi politik Gibran dan Prabowo, dengan menegaskan bahwa mereka dipilih oleh rakyat dan tidak bisa dimakzulkan seenaknya.
Konflik ini diduga turut dipicu oleh tuntutan Forum Purnawirawan TNI-Polri yang mengajukan pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke MPR.