Kesadaran masyarakat yang telah terbentuk selama ini dinilai menjadi salah satu alasan Bali mampu mempertahankan daya tariknya di tingkat nasional maupun internasional.
"Kalau habit masyarakat atau kebiasaan masyarakat tidak sadar wisata, ini sulit. Kalau Bali sudah sadar wisatanya luar biasa," ungkapnya.
Baca Juga:
Kesetaraan Gender Bukan Sekadar Kuota, Irine Dorong Perempuan Lebih Berpengaruh di Parlemen
Lebih lanjut, Musa mencontohkan sejumlah negara yang berhasil menanamkan budaya disiplin dan kesadaran lingkungan sejak usia dini melalui sistem pendidikan.
Salah satu contoh yang ia soroti adalah Jepang, yang secara konsisten mengajarkan mitigasi bencana kepada anak-anak sejak sekolah dasar karena kondisi geografis negara tersebut yang rawan gempa.
Menurutnya, pendekatan serupa dapat diterapkan di Indonesia dengan menanamkan nilai-nilai sadar wisata sejak dini agar menjadi bagian dari budaya masyarakat di masa depan.
Baca Juga:
Musa Rajekshah Dicopot dari Ketua DPD Partai Golkar Sumut
"Sama seperti di Jepang, mereka anak-anak kecil itu sudah tahu betul bagaimana tanggap bencana. Karena di sana memang daerah rawan gempa, tapi dari tingkat sekolah dasarnya sekalipun sudah diajarkan," jelasnya.
Musa juga menekankan bahwa investasi pendidikan sadar wisata akan memberikan manfaat jangka panjang bagi keberlanjutan sektor pariwisata.
Generasi yang tumbuh dengan pemahaman tersebut diyakini akan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, menjaga kebersihan kawasan wisata, melestarikan sumber daya alam, serta mendukung berbagai kebijakan pemerintah terkait pengembangan pariwisata berkelanjutan.