WAHANANEWS.CO, Jakarta - Gerakan Srikandi Indonesia (GSI) resmi menggelar kongres perdana yang dirangkaikan dengan deklarasi organisasi sebagai langkah awal memperkuat peran strategis perempuan dalam pembentukan karakter generasi bangsa.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kembang Goela Plaza Sentral, Jakarta Selatan, pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Baca Juga:
ALPERKLINAS Dukung BRIN Lebih Utamakan Peneliti Lokal Untuk Bangun PLTN 2032
Kongres ini menjadi momentum penting bagi GSI untuk menegaskan komitmen organisasi dalam mendorong peran aktif perempuan, khususnya dalam lingkup keluarga, sebagai fondasi utama pendidikan karakter anak di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pendiri Gerakan Srikandi Indonesia, Delima Hasri Azahari, menekankan pentingnya peningkatan kualitas literasi pengasuhan di masyarakat.
Ia berharap kehadiran organisasi ini dapat menjadi motor penggerak dalam membangun ketahanan mental keluarga melalui penyebaran nilai-nilai positif yang berkualitas dan berkelanjutan.
Baca Juga:
BRIN Serahkan Aset ke Kemdiktisaintek, ISBI Tanah Papua Siap Optimalkan Fasilitas Riset
"Keluarga, bagaimana kita mendidik anak-anak kita dan sebagainya, itu yang harus lebih banyak digaungkan di televisi, di media. Kita tunjukkan hal-hal yang positif dari Srikandi Indonesia," ujar Delima Hasri Azahari.
Menurut Delima, pemberdayaan perempuan tidak boleh berhenti pada aspek formal semata, tetapi harus berdampak langsung terhadap pembentukan moral dan karakter anak sejak usia dini.
Konsistensi dalam pengasuhan dinilai menjadi kunci utama, terlebih di era modern yang sarat dengan tantangan sosial dan budaya yang berpotensi menggerus nilai-nilai keluarga.