WAHANANEWS.CO, Jakarta - Ancaman super El Nino “Godzilla” mengintai Indonesia pada 2026, berpotensi memperpanjang kemarau ekstrem dan mengguncang ketahanan pangan nasional, Minggu (22/3/2026).
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan fenomena ini dapat berdampak signifikan terutama pada wilayah sentra produksi padi di Tanah Air.
Baca Juga:
Dunia Diingatkan Bersiap, El Nino 2026 Berpotensi Menghantam Lebih Keras
Mengutip akun Instagram resmi BRIN Indonesia, fenomena El Nino merupakan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang berdampak langsung pada pola cuaca global.
Dalam kondisi ekstrem seperti “Godzilla”, El Nino dapat menyebabkan musim kemarau di Indonesia menjadi jauh lebih panjang dan kering dibandingkan kondisi normal.
Periset Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, Prof. Erma Yulihastin, mengingatkan pentingnya kewaspadaan pemerintah terhadap potensi krisis yang ditimbulkan.
Baca Juga:
Potensi Kekeringan Akibat El Nino Menguat, DPR Minta Pemerintah Percepat Infrastruktur Air
“Selain itu, dampak karhutla di Kalimantan dan Sumatra juga harus dimitigasi, namun di saat yang bersamaan pemerintah juga sebaiknya menyiapkan strategi untuk menangani kelebihan curah hujan di wilayah Sulawesi-Halmahera-Maluku dan dampaknya terhadap banjir dan longsor,” kata Erma.
BRIN juga mencatat bahwa sejumlah model iklim global memprediksi El Nino mulai berkembang sejak April 2026.
Fenomena ini diperkirakan akan semakin kuat dengan kehadiran Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang turut memengaruhi distribusi curah hujan.