Kondisi ini membuat pemerintah perlu menyiapkan strategi mitigasi yang berbeda sesuai karakter wilayah masing-masing.
Kekeringan berpotensi mengancam lumbung padi nasional, khususnya di kawasan Pantura Jawa.
Baca Juga:
Peringatan Keras WMO, Bumi Kian Panas, Banjir dan Badai Tak Akan Reda
Di sisi lain, wilayah timur laut Indonesia menghadapi risiko banjir akibat curah hujan tinggi selama musim kemarau.
Selain itu, potensi kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan juga meningkat, meskipun sebagian wilayah utara kedua pulau tersebut masih akan mengalami hujan.
BRIN juga melihat peluang untuk mengoptimalkan produksi garam nasional sebagai dampak dari musim kemarau panjang.
Baca Juga:
Mentan Klaim Stok Pangan Aman Saat El Nino, Indonesia Siap Swasembada
Langkah ini dinilai penting untuk mendorong swasembada garam pada periode 2026 hingga 2027, khususnya di wilayah selatan Indonesia.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.