Khusus pesawat PK-SNK, operasi dilaksanakan dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, guna menjangkau dan mengendalikan wilayah hulu yang berpengaruh terhadap aliran air ke kawasan hilir.
Dengan penambahan tersebut, total armada udara yang dikerahkan saat ini mencapai lima unit pesawat untuk mengamankan wilayah udara Jakarta dan Jawa Barat.
Baca Juga:
BNPB Imbau Kewaspadaan, Potensi Banjir Masih Mengintai Sejumlah Wilayah
Operasi ini juga bersifat fleksibel dan dapat diperluas ke wilayah Provinsi Banten apabila potensi cuaca ekstrem mengalami peningkatan.
Hingga Jumat (23/1/2026), total penerbangan yang telah dilaksanakan oleh lima armada pesawat tersebut mencapai 70 sorti.
Dalam operasi ini, telah disemai sebanyak 43,8 ton Natrium Klorida (NaCl) dan 20,6 ton Kalsium Oksida (CaO) sebagai bahan utama modifikasi cuaca.
Baca Juga:
Dikejar Hujan Ekstrem, BPBD dan BNPB Intensifkan Modifikasi Cuaca di Jawa Barat
OMC di Sumatra dan Jawa Tengah
Selain di Jakarta dan Jawa Barat, hingga Sabtu (24/1/2026) BNPB juga masih melaksanakan operasi modifikasi cuaca di sejumlah wilayah lain, yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah.
Wilayah-wilayah tersebut merupakan daerah yang terdampak banjir dan longsor akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir.