"Belajar dari beberapa kejadian besar yang ditangani Basarnas, baik dalam negeri maupun luar negeri cukup membanggakan. kami saksikan sendiri upaya anggota Basarnas sudah luar biasa dan kami terbantu dalam penanganan bencana," jelas Suharyanto.
Menurutnya, pengalaman dalam berbagai operasi besar membuktikan kesiapsiagaan dan ketangguhan personel Basarnas dalam menghadapi situasi darurat yang kompleks.
Baca Juga:
Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Jateng, Ratusan Rumah Terdampak
BNPB pun merasa terbantu dalam koordinasi dan pelaksanaan penanganan bencana di lapangan berkat dukungan optimal dari Basarnas.
Forum dialog sarasehan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antarlembaga dalam mendukung sistem pencarian dan pertolongan nasional yang semakin responsif dan terintegrasi.
Kolaborasi antara BNPB, Basarnas, TNI, kementerian/lembaga, hingga instansi teknis lainnya dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam setiap operasi kemanusiaan.
Baca Juga:
Angin Kencang, Banjir, hingga Karhutla Warnai Dinamika Kebencanaan di Kalimantan
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penganugerahan Warga Kehormatan Basarnas kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas SAR di Indonesia.
Forum Dialog Sarasehan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) digelar di Ruang Serbaguna Dono Indarto, Lantai 15 Kantor Pusat Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/2/2026).
Warga kehormatan Basarnas merupakan penghargaan yang diberikan kepada individu atau tokoh nonpersonel Basarnas atas jasa, dedikasi, dan dukungan nyata terhadap operasi pencarian dan pertolongan.