WahanaNews.co | Mantan
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono menyebutkan, setelah
pembubaran dan pelarangan seluruh aktivitas Front Pembela Islam (FPI) oleh
pemerintah, masyarakat Indonesia sekarang ini merasa lega.
Baca Juga:
Musisi Legendaris Iwan Fals Diperiksa Polres Jaksel soal Laporan Kasus 4 Tahun Lalu
Menurutnya, setelah pembubaran FPI, selanjutnya adalah
giliran organisasi yang melindungi eks FPI dan juga para provokator. "AM
Hendropriyono : Organisasi pelindung ex FPI dan para provokator tunggu
giliran," cuit Hendropriyono dalam akun Twitternya, @edo751945, dikutip
Kamis (31/12/2020).
"Tgl 30 Des 2020 masy bgs Indonesia merasa lega, krn
mendapat hadiah berupa kebebasan dari rasa takut yg mencekam selama ini,"
katanya.
Dikatakan Guru Besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara dan
Sekolah Tinggi Hukum Militer ini, para benalu demokrasi adalah para provokator
dan demagog yang termasuk dalam kejahatan terorganisasi (organized crime).
Baca Juga:
Bongkar Praktik Tak Beres di Organisasi Guru Swasta, Pengamat Ingatkan Transparansi
Menurutnya, kegiatan FPI telah dilarang oleh pemerintah
karena semakin jauh dari kehidupan masyarakat Pancasila yang toleran terhadap
perbedaan. "Rakyat kini bisa berharap hidup lebih tenang, di alam
demokrasi yg bergulir sejak reformasi 1998," cuitnya.
Dengan dilakukannya pembubaran FPI, ke depan tidak akan ada
lagi aksi penggerebekan terhadap orang yang sedang menjalankan ibadah.
"Tidak akan ada lagi penggerbegan thd org yg sdg beribadah, thd acara
pernikahan, melarang mnghormat bendera merah putih, razia di cafe-cafe, mini
market, toko2 obat, warung makan, mall dan lain lain kegiatan yg main hakim
sendiri," katanya.
Dikatakan Hendropriyono, kegiatan kriminal yang terorganisir
dengan kedok agama, kini telah dihentikan pemerintah demi tegaknya hukum sekaligus
disiplin sosial. "Hanya dg disiplin kita bs mncapai stabilitas dan hanya
dg stabilitas kita dpt bekerja, utk mencapai keamanan dan kesejahteraan
bersama," cuitnya.