Namun, besaran dana dari pengerjaan proyek tersebut ternyata tak cuma ditanggung pemerintah, melainkan juga China.
Pemerintah mendapatkan pinjaman dari China yang memenuhi hampir seluruh kebutuhan dana.
Baca Juga:
Buka Konsultasi RPJMD, Bupati Tapteng Komit Wujudkan Tapteng Naik Kelas, Adil Untuk Semua
Direktur Jenderal Bina Marga Kemen-PUPR, Herdiyanto W Husaini, mengatakan, total biaya investasi sebanyak 1,4 triliun tersebut mendapat biaya dari China sebesar 90 persen.
China tertarik memberikan pinjaman proyek tol tersebut sejak masa pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Namun, Herdiyanto menampik jika Indonesia terlalu bergantung soal mega proyek ini kepada China.
Baca Juga:
Menteri PU Dukung Exit Tol Cipali KM 87+950 untuk Industri Subang Smartpolitan
Sebab, dikatakannya, dari total keseluruhan ruas tol tersebut, yang panjangnya 61,7 km, China hanya membiayai sekitar 17 km saja.
Diketahui, proyek tersebut dibiayai oleh perusahan ekspor-impor, Exim The Export-Import Bank of China, senilai USD 122,43 juta, yang kemudian diresmikan di pemerintahan Joko Widodo dan telah beroperasi di tahun 2018.