“Jika ekologi dan ekonomi berjalan seiring, maka manfaat pariwisata akan lebih merata dan berkelanjutan,” tegas Tohom.
MARTABAT Prabowo-Gibran memandang langkah ITDC ini sejalan dengan visi pembangunan nasional yang menempatkan keberlanjutan sebagai pilar utama.
Baca Juga:
Menteri Pariwisata Pastikan Bali Berikan Layanan Prima Bagi Wisatawan
“Pariwisata masa depan Indonesia harus tumbuh dengan menghormati alam, bukan mengorbankannya,” pungkas Tohom.
Sebelumnya, General Manager ITDC The Nusa Dua Made Agus Dwiatmika menyampaikan bahwa pihaknya telah menganggarkan penyusunan desain teknis rinci dan pembangunan fisik tahap pertama pengelolaan sampah terpadu pada 2026 dengan nilai investasi di atas Rp10 miliar.
Ia menjelaskan, sistem tersebut dirancang untuk mengelola sekitar 35 ton sampah harian di kawasan The Nusa Dua, yang sebagian besar merupakan sampah organik, sekaligus menyikapi dinamika rencana penutupan TPA Suwung Denpasar.
Baca Juga:
Sambut Wisatawan Perdana, Wamenpar Tegaskan Kepri sebagai Gerbang Utama Wisatawan Mancanegara
ITDC juga telah mengembangkan pengolahan limbah, termasuk limbah cair di kawasan Lagoon Nusa Dua, yang diolah menjadi pupuk untuk mendukung kebutuhan tanaman di kawasan wisata tersebut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.