Fasilitas seperti pendingin ruangan (AC), tempat tidur yang layak, hingga ketersediaan toilet dan kamar mandi dinilai cukup memenuhi kebutuhan jemaah yang jumlahnya sangat besar selama berada di Mina.
Ia menegaskan bahwa kenyamanan tempat tinggal menjadi aspek penting mengingat jemaah harus menjalani berbagai rangkaian ibadah dengan kondisi fisik yang tetap prima.
Baca Juga:
Nihayatul Wafiroh Dorong Modernisasi Alat Kesehatan dan Ambulans untuk Jemaah Haji Indonesia
Oleh karena itu, fasilitas yang memadai sangat membantu menjaga kesehatan dan stamina jemaah selama menjalankan ibadah.
Selain sarana penginapan, aspek konsumsi juga mendapat penilaian positif. Berdasarkan keterangan yang diterima dari para jemaah, makanan yang disediakan selama di Mina dinilai cukup baik dan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.
Meski demikian, terdapat sejumlah masukan terkait variasi menu, khususnya penambahan porsi sayuran hijau pada penyelenggaraan haji mendatang.
Baca Juga:
Pengawasan Ketat Kesehatan Haji 2026 Dinilai Efektif, Jemaah Wafat Menurun
“Tadi kita tanyakan gizinya cukup baik, sehingga tidak ada yang dikeluhkan oleh mereka. Jemaah hanya mengeluhkan masalah sayur saja, di mana sayur hijau itu perlu ditambah lagi pada tahun-tahun depan,” katanya.
Di bidang kesehatan, Bambang juga menyoroti peran aktif tenaga medis yang terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jemaah.
Kehadiran dokter dan petugas kesehatan secara intensif dinilai mampu memberikan rasa aman, terutama bagi jemaah yang memiliki risiko kesehatan atau membutuhkan perhatian khusus selama menjalani ibadah.