Demo yang berlangsung dipicu isu gaji dan tunjangan anggota DPR yang dianggap publik terlalu tinggi, sementara klarifikasi dari beberapa anggota justru memperkeruh suasana.
Anggota DPR dari Fraksi Partai NasDem, Nafa Urbach, mendukung tunjangan rumah Rp 50 juta per bulan agar bisa mengontrak rumah dekat Gedung DPR, yang memicu kritik luas hingga akhirnya ia meminta maaf.
Baca Juga:
Demo Mahasiswa di Jambi, Mahasiswa Tolak Bubarkan Diri Meski Malam Tiba
Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, melontarkan komentar pedas terhadap publik yang menuntut pembubaran DPR, "Catat nih, orang yang cuma mental bilang ‘bubarin DPR’, itu adalah orang tolol se-dunia," ucapnya saat kunjungan kerja di Medan, Jumat (22/8/2025).
Pernyataan lain yang viral adalah dari Deddy Sitorus, anggota DPR RI Fraksi PDIP, yang membandingkan fasilitas DPR dengan iuran Tapera pekerja dan menyebut, "Jangan samakan DPR dengan rakyat jelata seperti tukang becak atau buruh, itu sesat logika," yang dinilai merendahkan publik dan memperlebar jarak antara wakil rakyat dan konstituen.
Kemarahan masyarakat semakin meluas setelah insiden kendaraan taktis Brimob menabrak pengemudi ojek online Affan Kurniawan pada Kamis malam, sehingga tuntutan demo tidak hanya soal tunjangan DPR tetapi juga menuntut keadilan atas kekerasan aparat.
Baca Juga:
Presiden Prabowo Perintahkan Penegak Hukum Usut Tuntas Insiden Rantis Brimob Tewaskan Ojol
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.