Selain itu, ia menegaskan bahwa pelemahan rupiah saat ini harus menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap struktur ekonomi nasional.
Reformasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengurangan ketergantungan terhadap pembiayaan berbasis valuta asing, tetapi juga mencakup penguatan sektor-sektor produktif yang mampu menghasilkan devisa secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Meski Dolar Rp17.600 Gubernur BI Bilang Rupiah Masih Stabil
Menurutnya, sektor industri, manufaktur, ekspor bernilai tambah, serta investasi produktif perlu terus diperkuat agar Indonesia memiliki sumber devisa yang lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada aliran modal asing jangka pendek.
Kamrussamad juga menyampaikan optimismenya terhadap sejumlah kebijakan yang telah dijalankan pemerintah untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
Salah satunya adalah implementasi kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) yang diharapkan mampu meningkatkan cadangan devisa Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.
Baca Juga:
DPR Minta BI Tekan Dolar ke Rp16.000-an, Ini Alasannya!
“Pemberlakuan devisa hasil ekspor yang mulai berjalan akan membantu meningkatkan cadangan devisa kita. Tapi semuanya memang perlu waktu,” ujarnya.
Menurut Kamrussamad, peningkatan cadangan devisa akan menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus meningkatkan kepercayaan pasar terhadap perekonomian nasional.
Namun, ia mengingatkan bahwa hasil dari berbagai kebijakan tersebut tidak dapat diperoleh secara instan karena membutuhkan proses dan konsistensi pelaksanaan.