”Namun, pada Minggu (6/3/2022) pukul 05.16, kapal tersebut tidak terdeteksi oleh aplikasi tersebut hingga kini,” kata Deden.
Bahkan, kapal itu sempat mengirimkan SOS atau tanda permintaan tolong di perairan Karawang. Tim SAR baru menerima informasi itu pada Minggu pukul 23.17.
Baca Juga:
Tragedi Kecelakaan Kapal Nelayan di Korea Selatan: 7 Tewas, 1 WNI dalam Pencarian
Pihaknya berkoordinasi dengan Basarnas Command Center, VTS Tanjung Priok, Ditpolairud Polda Jabar, serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Patimban. Selain menggunakan helikopter, pencarian juga dibantu KM Agung Jaya milik nelayan.
Penelusuran tersebar di sekitar Eretan, Pantai Tanjung Sedari, dan perairan Karawang.
”Semoga pencarian bisa dilakukan maksimal dan membuahkan hasil. Besar harapan kami, semua POB (orang dalam kapal) dapat ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Deden.
Baca Juga:
Seorang Nelayan Bernama Santono Diduga Terjatuh di Perairan Santolo Garut
Rasgianto, Ketua KUD Misaya Mina Eretan Wetan, mengatakan, KM Putra Barokah SN berisi 18 nelayan dari Eretan, Parean, dan sejumlah wilayah di Indramayu.
”Waktu berangkat, Kamis, cuaca enak. Tapi, Minggu sore sekitar pukul 04.00 ada angin kencang. Tapi, cuma sebentar,” ujarnya.
Pada Minggu subuh, kapal mengirim sinyal SOS kepada petugas di Karangsong. Setelah dicek, pengirim sinyalnya benar dari KM Putra Barokah SN.