Dua fasilitas kilang milik PT
Pertamina (Persero) yang kebakaran ada dugaan disengaja.
"Saya kira segala
sesuatunya mungkin saja terjadi. Makanya saya sampaikan harus ada audit
investigatif atas kejadian ini. Jadi semua bisa terbuka," kata Direktur
Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan, kepada wartawan, Kamis (17/6/2021).
Baca Juga:
19 Pekerja dari Irak-UEA Berhasil Dipulangkan Pertamina ke Tanah Air
Pengamat Ekonomi Energi
Universitas Gadjah Mada, Fahmy Radhi, juga menduga adanya unsur kesengajaan
atas kebakaran yang menimpa kilang milik Pertamina, khususnya pada Kilang
Balongan.
Dengan terbakarnya Kilang
Balongan, kata dia, maka produksi BBM di kilang tersebut terganggu sehingga
terjadi impor.
Dengan demikian, pemburu
rente dapat mengambil keuntungan.
Baca Juga:
PGE Lumut Balai Perkuat Kemitraan Media di Muara Enim Lewat Buka Puasa Bersama
"Nah kalau melihat
Kilang Balongan, saya menduga, sebagai akademisi, ada hipotesisnya, ada
kemungkinan itu memang unsur kesengajaan agar pasokan BBM tadi dipenuhi dari
impor," jelasnya.
2. Penangkal Petir Dipertanyakan