Platform ini diharapkan mampu menjadi sarana kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, dalam mengakses teknologi serta solusi kebencanaan secara lebih mudah, cepat, dan terintegrasi.
Melalui platform tersebut, berbagai hasil penelitian dan inovasi di bidang kebencanaan yang selama ini tersebar di berbagai perguruan tinggi dapat dihimpun dalam satu sistem terpadu.
Baca Juga:
Kemenko PMK Bahas Isu Strategis Warisan Budaya dan Alam Indonesia 2026
Dengan demikian, pemanfaatan teknologi untuk mendukung kesiapsiagaan dan penanganan bencana dapat dilakukan secara lebih efektif.
Asdep Andre menyampaikan bahwa pengembangan platform kebencanaan menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem inovasi kebencanaan di Indonesia.
Melalui platform tersebut, berbagai produk hasil riset perguruan tinggi dapat lebih dikenal dan dimanfaatkan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, maupun masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko bencana.
Baca Juga:
Kemenko PMK Pastikan Keselamatan Jamaah Haji dan Umrah Indonesia di Tengah Ketegangan Regional
“Banyak inovasi kebencanaan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi sebenarnya sangat relevan dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun, informasi mengenai produk tersebut belum terintegrasi dengan baik sehingga belum banyak dimanfaatkan secara luas,” ujar Andre.
Platform yang tengah diusulkan tersebut nantinya akan memuat beragam inovasi kebencanaan yang mencakup seluruh tahapan manajemen bencana, mulai dari fase pra-bencana, saat tanggap darurat, hingga tahap pemulihan pascabencana.
Berbagai inovasi yang dipresentasikan dalam pertemuan itu antara lain sistem peringatan dini banjir berbasis teknologi digital, teknologi pemetaan wilayah terdampak menggunakan drone untuk mempercepat respons darurat, sistem penjernihan air menggunakan energi surya guna memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi bencana, hingga konsep hunian sementara yang memanfaatkan material lokal bagi masyarakat terdampak bencana.