Selain unsur pemerintah, berbagai lembaga non-pemerintah turut terlibat dalam penanganan lapangan.
Rumah Zakat berpartisipasi dalam operasi SAR, Astra Internasional menyalurkan bantuan sembako, Human Initiative dan DT Peduli melakukan asesmen kebutuhan warga, sementara sejumlah pelaku usaha menyediakan dukungan air minum.
Baca Juga:
RDMP Kilang Balikpapan Jadi Kunci Pemerintah Menuju Hentikan Impor BBM
Budiono menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada proses tanggap darurat semata.
Langkah mitigasi jangka panjang harus terus diperkuat melalui normalisasi sungai dan saluran drainase, penguatan lereng rawan longsor, penataan ruang berbasis mitigasi bencana, relokasi permukiman yang berada di zona berbahaya, penguatan sistem peringatan dini, hingga rehabilitasi kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS).
Dengan rangkaian upaya tersebut, pemerintah berharap penanganan tidak hanya memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga meningkatkan ketangguhan masyarakat dan wilayah dalam menghadapi ancaman bencana di masa depan.
Baca Juga:
Komdigi Putus Sementara Akses Grok, Lindungi Publik dari Konten Pornografi AI
"Penanganan bencana tidak berhenti pada tanggap darurat. Mitigasi yang kuat dan tata kelola yang baik menjadi kunci agar risiko dapat ditekan dan keselamatan masyarakat lebih terjamin," tutupnya.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.