Tim juga telah melakukan kaji cepat, menyalurkan logistik, tenda, kebutuhan sandang-pangan, serta mengerahkan alat berat ke sejumlah titik kritis untuk membuka akses dan mempercepat evakuasi.
Basarnas bersama unsur SAR gabungan terus melanjutkan operasi pencarian korban.
Baca Juga:
Pemerintah Percepat Implementasi B50, Uji Jalan Tunjukkan Hasil Positif
Pada Senin pagi (8/12/2025), tim berhasil menemukan satu korban atas nama Alfa (13 tahun) dalam kondisi meninggal dunia.
Proses pencarian dan penyisiran wilayah terdampak masih dilanjutkan untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.
Sementara itu, Kementerian Sosial telah mengoperasikan dapur umum, menyalurkan paket logistik dasar, menyediakan dukungan perlindungan sosial, serta memberikan layanan psikososial bagi para penyintas khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Baca Juga:
Tahun Pertama Peralihan, Kualitas Pelayanan Haji 2026 Jadi Sorotan Pemerintah
Di sektor kesehatan, Kementerian Kesehatan melalui dinas setempat menawarkan layanan medis darurat di beberapa posko, melakukan surveilans penyakit, dan mengantisipasi potensi penyakit menular pascabencana dengan menyediakan obat-obatan, air bersih, hingga fasilitas sanitasi darurat.
Adapun PVMBG Kementerian ESDM melakukan kajian komprehensif terkait stabilitas lereng, potensi gerakan tanah, dan dinamika hidrometeorologi.
Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar penetapan zona aman, zona waspada, hingga zona bahaya, lengkap dengan rekomendasi relokasi dan pembatasan aktivitas di wilayah yang berisiko tinggi.