Sebagai langkah konkret, Kemen PPPA akan mengimplementasikan program literasi digital di sekolah, melakukan sosialisasi tentang bahaya internet kepada orang tua dan anak, dan mengembangkan fitur keamanan digital bersama platform daring.
Selain itu, pemerintah juga akan membentuk tim khusus untuk perlindungan anak dalam ranah daring guna menangani kasus-kasus eksploitasi dan kekerasan digital.
Baca Juga:
Wamen Veronica Tan Sebut Kolaborasi Kunci Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Keluarga dan Kependudukan Kemenko PMK, Woro Srihastuti Sulistiyaningrum mengatakan perlindungan anak di ruang digital harus mendapatkan perhatian yang serius.
"Meskipun internet memiliki banyak manfaat, risiko seperti eksploitasi seksual online, cyberbullying, dan perjudian daring semakin meningkat. Bahkan, Indonesia menempati peringkat ke-empat dunia dalam kasus pornografi online anak," ujar Woro.
Peringatan Safer Internet Day 2025 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran seluruh pihak akan pentingnya keamanan digital bagi anak-anak Indonesia sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang di lingkungan digital yang lebih aman dan bermanfaat.
Baca Juga:
Kemen PPPA Minta Perkuat Peran Forum Anak Kota Balikpapan sebagai Pelopor dan Palapor
[Redaktur: Zahara Sitio]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.