Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan mengurangi kemacetan belum sepenuhnya diikuti oleh penurunan angka kecelakaan secara signifikan.
Data menunjukkan, setiap periode mudik masih terjadi sekitar 1.000 kasus kecelakaan lalu lintas dengan ratusan korban jiwa.
Baca Juga:
Pemulihan 91,75 Persen Pasar Rakyat Terdampak Bencana di Sumatra Telah Beroperasi
"Mayoritas insiden tersebut terjadi di jalur arteri (non-tol) dan didominasi oleh pengguna sepeda motor. Lancar saja tidak cukup jika nyawa pemudik masih terancam, fakta bahwa jalur arteri dan kendaraan roda dua mendominasi angka kecelakaan fatal," ujar Huda.
Karena itu, ia mendorong adanya kebijakan komprehensif, termasuk opsi pembatasan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, penguatan edukasi keselamatan berkendara, serta optimalisasi moda transportasi umum sebagai alternatif yang lebih aman bagi masyarakat.
Sementara itu, Korlantas Polri sebelumnya melaporkan capaian positif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan 2026 yang digelar selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 Februari 2026.
Baca Juga:
DPR Tegaskan Surpres Jadi Syarat Utama Pembuatan UU, Respons Soal UU KPK
Operasi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna meningkatkan disiplin berlalu lintas serta menekan angka kecelakaan.
Kakorlantas Polri, Agus Suryonugroho, menyampaikan bahwa hasil operasi menunjukkan penurunan signifikan, terutama pada angka korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
“Alhamdulillah, secara umum Operasi Keselamatan 2026 berhasil, berkolaborasi dengan seluruh stakeholder di lapangan. Parameter paling membahagiakan adalah jumlah korban meninggal dunia turun drastis sebesar 51,06 persen jika dibandingkan periode sebelum” ujar Irjen Pol Agus di Jakarta, Senin, 16 Februari 2026.