WahanaNews.co, Jakarta - Wakil Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) pimpinan Yorrys Raweyai, Arnod Sihite, menyoroti pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan lima konglomerat nasional di Hambalang, Bogor, Selasa (10/2/2026).
Menurut Arnod, komunikasi pemerintah dan para pengusaha besar dapat terus terjalin dengan baik tetapi harus melahirkan langkah nyata pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan pekerja, sekaligus memastikan program strategis nasional, khususnya Asta Cita, berjalan efektif di sektor ketenagakerjaan dan perlindungan sosial.
Baca Juga:
KSPSI Ucapkan Selamat kepada Wamenaker RI atas Penghargaan Bergengsi AFEO Honorary Fellow
“Indonesia membutuhkan penciptaan lapangan kerja yang seluas-luasnya. Dunia usaha harus menjadi motor penggerak utama, namun pemerintah tetap harus hadir memastikan arah kebijakan berpihak pada kepentingan nasional dan kesejahteraan pekerja,” ujar Arnod, Jumat (13/02/2026) di Jakarta.
Arnod Sihite yang juga Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Percetakan dan Penerbitan Media Informasi (FSP PPMI KSPSI) juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas pasar saham agar tetap positif di tengah dinamika global.
Menurutnya, kondisi pasar keuangan yang sempat bergejolak beberapa hari terakhir menjadi sinyal bahwa koordinasi lintas sektor, termasuk dengan lembaga pemeringkat global seperti MSCI Inc. (formerly Morgan Stanley Capital International), harus diperkuat.
Baca Juga:
Danantara Siapkan Dana US$6 Miliar, KSPSI Dukung Rencana Prabowo Bentuk BUMN Tekstil Baru
“Gejolak di sektor keuangan bisa mengganggu kepercayaan investor global dan pada akhirnya memengaruhi suasana pasar dalam negeri. Pemerintah harus sigap dan solid,” tegasnya.
Lebih lanjut, Arnod Sihite selaku anggota LKS Tripartit Nasional mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat dalam menstabilkan keadaan, termasuk mempercepat pengisian posisi strategis di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang mengalami kekosongan akibat pengunduran diri sejumlah pimpinan.
Kepastian kepemimpinan di sektor keuangan, menurutnya, sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik dan pelaku pasar.