WAHANANEWS.CO, Jakarta - Upaya memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa terus didorong pemerintah melalui pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Program ini lahir dari kebutuhan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa dengan mengedepankan konsep ekonomi kerakyatan yang berlandaskan nilai gotong royong, kekeluargaan, serta semangat saling membantu antarwarga.
Baca Juga:
Menteri PANRB Dorong Penguatan Digital Public Infrastructure untuk Layanan Publik
Kehadiran KDKMP juga menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi desa.
Melalui koperasi ini, masyarakat diharapkan dapat memiliki wadah bersama untuk mengembangkan usaha produktif, memperkuat jaringan ekonomi lokal, serta meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya menyukseskan implementasi KDKMP yang merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menggelar pembahasan mengenai Pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang akan berperan sebagai pengawak atau penggerak dalam operasional KDKMP di daerah.
Baca Juga:
Kementerian PANRB dan Bappenas Perkuat Uji Coba Digitalisasi Bansos di Bali
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Purwadi Arianto, menekankan bahwa keberhasilan program KDKMP sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.
Ia menyebutkan bahwa kesiapan dan penempatan aparatur sipil negara (ASN) akan sangat bergantung pada kelembagaan yang nantinya dibentuk untuk mendukung operasional koperasi tersebut.
"Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih perlu diiringi dengan pembinaan dan pendampingan dari aspek kelembagaan, usaha, dan penguatan SDM agar operasionalisasinya berjalan sukses," ujar Wamen Purwadi dalam Rapat Koordinasi Pendidikan SPPI Pengawak KDKMP yang digelar di Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Kamis (12/3/2026).