Menurutnya, penguasaan keahlian menjadi faktor penting dalam menghadapi ketatnya persaingan kerja saat ini.
"Saya menyarankan kepada adik-adik untuk mengikuti pelatihan keahlian yang bersertifikat dari lembaga terpercaya. Ini penting agar nantinya bisa langsung bekerja sesuai dengan keahlian yang dimiliki," saran Kurniasih.
Baca Juga:
RUU Sisdiknas Usung Pengakuan Guru sebagai Profesi, Kesejahteraan Jadi Prioritas
Ia menekankan bahwa pengembangan kapasitas diri harus dilakukan secara berkelanjutan melalui tiga pilar utama, yakni skilling, upskilling, dan reskilling.
Ketiganya dinilai sebagai strategi penting untuk meningkatkan daya saing tenaga kerja muda di tengah perubahan kebutuhan industri.
"Ada tiga hal yang perlu dikuasai oleh anak-anak muda kita: skilling untuk belajar keterampilan baru, upskilling untuk meningkatkan keterampilan yang sudah ada, dan reskilling untuk mempelajari keterampilan baru ketika ingin berganti profesi," jelasnya.
Baca Juga:
DPR Nilai Pendidikan Era Prabowo Alami Perubahan Signifikan, Tapi Tantangan Masih Berat
Terkait praktik pungutan biaya bagi pekerja migran, Kurniasih menegaskan bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi jika proses dilakukan melalui jalur resmi.
Ia mengingatkan agar para pemuda tidak mudah tergiur oleh tawaran yang tidak jelas.
"Kalau melalui penyelenggara pekerja migran yang resmi, seharusnya tidak ada pungutan biaya. Jadi kalau ada yang minta bayaran mahal-mahal, itu ulah oknum. Harus hati-hati," tegasnya.