Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam memilih negara tujuan kerja di luar negeri.
Kurniasih menyebut sejumlah negara yang menurutnya rawan terhadap praktik perdagangan orang dengan modus penawaran pekerjaan.
Baca Juga:
RUU Sisdiknas Usung Pengakuan Guru sebagai Profesi, Kesejahteraan Jadi Prioritas
"Untuk negara-negara seperti Malaysia, Kamboja, Filipina, Vietnam, saya kurang merekomendasikan karena di sana sering terjadi kasus perdagangan orang dengan modus tawaran kerja. Jadi lebih baik berhati-hati dan pilih negara tujuan yang lebih aman," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, anggota Karang Taruna juga berharap adanya dukungan nyata dari pemerintah dan wakil rakyat dalam pengembangan keterampilan pemuda di tingkat lokal.
Mereka mengusulkan penyelenggaraan kursus-kursus singkat yang lebih mudah diakses, seperti pelatihan bahasa Inggris yang saat ini sudah berjalan namun masih menghadapi kendala keterbatasan tenaga pengajar dan fasilitas.
Baca Juga:
DPR Nilai Pendidikan Era Prabowo Alami Perubahan Signifikan, Tapi Tantangan Masih Berat
Menanggapi aspirasi itu, Kurniasih menyatakan komitmennya untuk membantu mencarikan solusi dengan berkoordinasi bersama pengurus partai dan tim kerjanya.
Ia menilai program pelatihan berbasis komunitas memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di tingkat akar rumput.
"Untuk kebutuhan pengajar dan tempat kursus, InsyaAllah akan saya bantu koordinasikan dengan pengurus partai dan tim saya. Kita akan cari solusi bersama supaya program-program pelatihan di tingkat lokal ini bisa berjalan lebih baik," janjinya.