Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun akses pendidikan sudah cukup baik pada jenjang dasar, tantangan terkait kualitas, relevansi, serta keberlanjutan pendidikan masih perlu mendapat perhatian serius.
Lestari menekankan pentingnya kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap kebutuhan masa depan, termasuk mendorong perempuan untuk terlibat di sektor-sektor strategis nasional.
Baca Juga:
Evaluasi 2025, Badan Pengkajian MPR RI Siapkan Arah Kerja Konstitusional 2026
Ia juga menggarisbawahi perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menciptakan sistem pendidikan yang inklusif dan bebas dari diskriminasi.
Dengan upaya tersebut, ia berharap akan lahir lebih banyak perempuan Indonesia yang berdaya saing, mandiri, dan siap berkontribusi dalam pembangunan nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.