WAHANANEWS.CO, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa akses terhadap pendidikan yang bermutu merupakan faktor kunci dalam mendorong pemberdayaan perempuan di Indonesia.
Menurutnya, hal ini sangat penting untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Baca Juga:
Evaluasi 2025, Badan Pengkajian MPR RI Siapkan Arah Kerja Konstitusional 2026
"Pemberdayaan perempuan tidak bisa dipisahkan dari akses dan mutu pendidikan," ujar Lestari, Senin, 6 April 2026.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membuka wawasan, meningkatkan rasa percaya diri, serta memperluas peluang perempuan untuk berkiprah dalam berbagai bidang, termasuk kepemimpinan.
Lestari menilai, peningkatan kualitas dan pemerataan akses pendidikan menjadi langkah konkret untuk mengatasi kesenjangan gender yang masih terjadi di Indonesia.
Baca Juga:
Kasus Rudapaksa Oknum Polisi di Jambi: Dua Tersangka Hadapi Sidang Etik, Kuasa Hukum Desak Pengusutan Pembiaran
Berdasarkan laporan World Economic Forum, Indeks Kesenjangan Gender Indonesia pada 2025 tercatat sebesar 0,692.
Capaian tersebut menempatkan Indonesia di posisi ke-97 dari 148 negara di dunia.
Menurut Lestari, angka tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan secara bersama oleh pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat.