WAHANANEWS.CO - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyampaikan duka cita atas bertambahnya jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) yang meninggal dunia saat mengikuti latihan bela negara dan manajerial, sehingga total korban kini menjadi lima orang.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan Mayjen Ketut Gede Wetan menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga peserta yang meninggal dunia.
Baca Juga:
Bandara Husein Bersiap Kembali Layani Penerbangan Jet, InJourney Mulai Tahap Optimalisasi
"Pertama-tama atas nama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, panitia seleksi nasional dan seluruh penyelenggara program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya lima peserta program SPPI KDKN PKNP tahun 2026 yang sedang mengikuti latihan bela negara dan manajerial," ujar Ketut saat jumpa pers, Sabtu (27/6/2026).
Ketut mengatakan setiap peserta yang meninggal dunia memiliki karakteristik dan kondisi kesehatan yang berbeda, serta seluruhnya telah memperoleh penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan.
"Kelima peserta tersebut memiliki karakter, dan kondisi berbeda-beda, seluruh peserta telah mendapatkan penanganan medis sesuai prosedur di fasilitas kesehatan satuan maupun rumah sakit rujukan," ucapnya.
Baca Juga:
Warga Apresiasi Program KBR Kemenhut di Bintang Hulu Dairi
Kemhan juga merilis daftar lima peserta SPPI yang meninggal dunia, yakni:
Yonanda Muhammad Taufiq.
Anisa Muyassaroh.