WAHANANEWS.CO, Jakarta - Lembaga Sensor Film (LSF) Republik Indonesia mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam memilih tontonan, terutama yang dikonsumsi oleh anak-anak.
Ketua LSF, Naswardi, menyampaikan bahwa masih banyak film berbasis internet yang beredar tanpa melalui proses sensor resmi.
Baca Juga:
Mengusung Kisah Bali 1930-an, ‘Samsara’ Siap Memikat Publik Tanah Air
“Lindungi anak dari konten kekerasan, pornografi, narkoba, serta isu sensitif lainnya. Kami terus mendorong masyarakat untuk menerapkan sensor mandiri,” ujar Naswardi dalam acara nonton bareng film nasional di Depok, Sabtu (28/6/2025).
Ia menjelaskan bahwa kemajuan teknologi telah mengubah pola konsumsi film.
Masyarakat kini dengan mudah mengakses tontonan melalui berbagai platform digital, yang sayangnya tidak semuanya sesuai untuk anak.
Baca Juga:
Sosialisasi Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri, Memajukan Budaya Menonton Sesuai Usia
Karena itu, Naswardi menegaskan pentingnya peran orang tua dalam melakukan pengawasan secara sadar terhadap konten yang ditonton anak-anak.
Dalam kesempatan yang sama, hadir juga Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Syaifullah Agam.
Ia menekankan pentingnya mengapresiasi film nasional sebagai bagian dari pelestarian budaya bangsa.