Ia menilai Indonesia perlu mempercepat adopsi teknologi serupa, terutama di kota-kota besar yang menghadapi tekanan volume sampah tinggi.
“AI dalam pengelolaan sampah akan meningkatkan efisiensi, akurasi, dan nilai ekonomi dari setiap ton limbah,” jelasnya.
Baca Juga:
DPRD Soroti Penanganan Sampah Kota Batu, Pemkot Diminta Gencarkan Pemilahan Sampah
Sebagai Pengamat Energi dan Lingkungan, Tohom yang juga Pengamat Energi dan Lingkungan ini mengatakan bahwa biochar memiliki keunggulan strategis karena mampu “mengunci” karbon dalam jangka panjang, sehingga berkontribusi langsung terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca.
Menurutnya, pendekatan ini jauh lebih progresif dibanding metode konvensional yang masih menghasilkan emisi metana dari TPA.
“Biochar bukan hanya solusi pengelolaan limbah, tetapi juga instrumen penting dalam strategi dekarbonisasi nasional,” tegasnya.
Baca Juga:
Mahasiswa KKN UAD Sukses Sosialisasikan Pengelolaan Sampah di Dusun Mangli Gunungkidul
Ia juga mendorong pemerintah untuk segera menyusun kebijakan insentif bagi investasi di sektor pengolahan sampah berbasis teknologi, termasuk pengembangan biochar.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga riset akan menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi di lapangan.
“Jika kita serius, Indonesia bisa menjadi pemain utama dalam ekonomi sirkular di kawasan,” tambahnya.